Klasemen Sementara MotoGP 2025 Terbaru: Perebutan Gelar Makin Sengit!

Musim MotoGP 2025 kembali menghadirkan drama dan ketegangan yang luar biasa. Setelah enam seri digelar, papan klasemen sementara MotoGP 2025 menunjukkan pertarungan ketat antar pembalap papan atas.
Mulai dari dominasi Ducati, kebangkitan Marc Marquez, hingga penampilan gemilang rookie Pedro Acosta, semuanya menjadikan musim ini penuh kejutan.
Mari simak update klasemen MotoGP 2025 terbaru dilansir dari laman JadwalMotoGP dan bagaimana peluang masing-masing pembalap menuju gelar juara dunia tahun ini!
Update Klasemen Sementara MotoGP 2025 (Per 27 Mei 2025)
Hingga seri keenam di Sirkuit Le Mans, Prancis, berikut klasemen sementara pembalap MotoGP 2025:
Pos |
Pembalap |
Tim |
Poin |
1 | Francesco Bagnaia | Ducati Lenovo Team | 112 |
2 | Jorge Martin | Prima Pramac Racing | 109 |
3 | Marc Marquez | Gresini Racing Ducati | 101 |
4 | Pedro Acosta | Red Bull GASGAS Tech3 | 92 |
5 | Enea Bastianini | Ducati Lenovo Team | 88 |
6 | Maverick Vinales | Aprilia Racing | 76 |
7 | Fabio Quartararo | Monster Energy Yamaha | 69 |
8 | Brad Binder | Red Bull KTM Factory | 66 |
9 | Aleix Espargaro | Aprilia Racing | 62 |
10 | Jack Miller | Red Bull KTM Factory | 58 |
Sorotan Utama Musim MotoGP 2025
1. Francesco Bagnaia – Konsistensi Adalah Kunci
Francesco “Pecco” Bagnaia, sang juara dunia dua kali berturut-turut, menunjukkan bahwa dirinya masih menjadi pembalap yang harus ditakuti. Dengan dukungan penuh dari tim pabrikan Ducati dan pengalaman sebagai juara bertahan, Bagnaia mengandalkan konsistensi untuk tetap berada di puncak klasemen.
Dia telah meraih dua kemenangan dan tiga podium dalam enam seri. Walau sempat tampil kurang maksimal di Argentina, Bagnaia berhasil rebound dan mengamankan podium penting di Jerez dan Le Mans.
2. Jorge Martin – Si Pembalap Agresif yang Haus Gelar
Jorge Martin dari tim Prima Pramac Ducati tampil luar biasa di awal musim 2025. Ia dikenal sebagai pembalap dengan gaya balap agresif dan penuh risiko. Berkat kemampuannya membaca strategi race, Martin sudah meraih dua kemenangan dan sering bersaing ketat dengan Bagnaia di barisan depan.
Hanya terpaut tiga poin dari posisi pertama, Jorge Martin menjadi ancaman serius dalam perebutan gelar. Jika ia bisa menjaga konsistensinya dan mengurangi kesalahan teknis, peluangnya menjadi juara dunia sangat besar.
3. Marc Marquez – Kembali ke Puncak Bersama Gresini
Salah satu kisah paling menarik tahun ini adalah kembalinya Marc Marquez ke persaingan papan atas. Setelah masa-masa sulit bersama Repsol Honda, Marquez pindah ke tim satelit Ducati, Gresini Racing.
Dengan motor yang jauh lebih kompetitif, Marquez kembali menunjukkan taringnya sebagai juara dunia delapan kali.
Ia sudah meraih satu kemenangan dan beberapa podium, serta tampil stabil sepanjang enam seri. Dengan gaya balap agresif khasnya, Marquez siap memberikan tekanan kepada para pembalap top lainnya. Baca juga profil Marc Márquez di sini.
4. Pedro Acosta – Rookie Fenomenal dari GASGAS Tech3
Salah satu nama yang jadi pusat perhatian adalah Pedro Acosta. Pembalap muda asal Spanyol ini langsung membuat gebrakan di musim pertamanya di MotoGP. Dengan gaya balap berani dan penuh perhitungan, Acosta berhasil menembus lima besar klasemen sementara.
Ia sudah meraih satu podium dan tampil konsisten menyodok ke barisan depan. Banyak pihak meyakini bahwa Acosta adalah calon juara dunia masa depan, dan performanya musim ini membuktikan hal tersebut.
5. Tim Pabrikan Lain Mulai Tertinggal
Tim Yamaha dan Honda tampaknya masih kesulitan bersaing dengan Ducati dan KTM. Fabio Quartararo tampil kurang kompetitif akibat masalah pada motor YZR-M1 yang belum stabil dari sisi kecepatan dan traksi. Sementara itu, Joan Mir dan Luca Marini dari Honda belum mampu tampil maksimal karena motor RC213V masih belum optimal pasca perombakan teknis.
Aprilua Racing menjadi tim yang cukup stabil di tengah tekanan. Maverick Vinales dan Aleix Espargaro beberapa kali menyodok ke barisan depan, tapi belum mampu menjaga konsistensi untuk bersaing dalam perebutan gelar.
Peta Persaingan Menuju Gelar Juara Dunia
Dengan masih tersisa 14 seri lagi, perebutan gelar MotoGP 2025 belum bisa diprediksi. Jarak poin yang rapat membuat setiap race sangat menentukan arah klasemen. Beberapa sirkuit legendaris seperti Mugello, Assen, Sachsenring, Silverstone, dan Phillip Island masih menanti dan bisa menjadi titik balik para pembalap.
Faktor seperti cuaca, pilihan ban, setup motor, hingga kebugaran fisik akan memegang peranan krusial. Ducati menjadi pabrikan paling unggul secara teknis, namun tekanan dari KTM dan Aprilia bisa saja menciptakan kejutan di paruh kedua musim.
MotoGP 2025 menghadirkan persaingan yang sangat kompetitif dengan banyak pembalap unggulan bersaing ketat di klasemen sementara. Musim ini belum memasuki paruh kedua, dan masih banyak potensi kejutan yang bisa terjadi.
Bagi para penggemar balap motor, MotoGP 2025 benar-benar menjadi tontonan wajib setiap akhir pekan. Terus ikuti perkembangan klasemen MotoGP 2025 di jadwalmotogp.id untuk mengetahui siapa yang akan keluar sebagai juara dunia!