DigitekNesia
Beranda Info Menarik Simulasi Biaya: Lebih Hemat Mana, Sewa Forklift Per Jam atau Sistem Kontrak? – SHN

Simulasi Biaya: Lebih Hemat Mana, Sewa Forklift Per Jam atau Sistem Kontrak? – SHN

Bagi manajer operasional di sektor logistik, pergudangan, atau manufaktur, keputusan antara sewa forklift per jam dan sistem kontrak jangka panjang merupakan hal penting. Pilihan yang tepat dapat membantu perusahaan menghemat biaya sekaligus memastikan kelancaran operasional. Sementara keputusan yang salah bisa menyebabkan pemborosan budget dan ketidakoptimalan produktivitas.

Dalam artikel ini, kita akan membahas perbandingan finansial kedua sistem sewa ini agar manajer dapat memilih paket yang paling efisien sesuai volume pekerjaan.

Harga Sewa Forklift Per Jam: Fleksibel Tapi Bisa Mahal

Sewa per jam menawarkan fleksibilitas tinggi. Perusahaan hanya membayar saat unit benar-benar digunakan. Ini sangat ideal untuk kebutuhan proyek jangka pendek atau volume pekerjaan yang fluktuatif.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Biaya per jam bisa lebih tinggi dibandingkan kontrak jangka panjang jika unit digunakan dalam durasi panjang atau rutin.
  • Biaya tambahan operator dan mobilisasi bisa muncul jika unit harus dipindahkan ke lokasi berbeda beberapa kali.
  • Cocok untuk proyek kecil atau peak season, tapi bisa menjadi kurang ekonomis untuk operasional rutin.

Sistem Kontrak: Investasi Jangka Panjang dengan Biaya Terkontrol

Sistem kontrak jangka panjang biasanya menawarkan harga lebih stabil. Perusahaan menandatangani perjanjian sewa bulanan atau tahunan, sering kali sudah termasuk layanan perawatan dan operator.

Keuntungan dari sistem kontrak antara lain:

  • Harga lebih murah per hari/unit dibandingkan sewa per jam bila digunakan secara rutin.
  • Perawatan dan dukungan teknis biasanya sudah termasuk, sehingga mengurangi risiko downtime.
  • Anggaran lebih mudah dikontrol, karena pembayaran bersifat rutin dan tidak tergantung penggunaan harian.

Kontrak jangka panjang ideal untuk perusahaan dengan operasional forklift yang intensif, di mana unit digunakan hampir setiap hari.

Simulasi Perbandingan Biaya

Misalkan perusahaan memiliki kebutuhan 8 jam per hari untuk mengoperasikan forklift selama 20 hari kerja dalam sebulan:

  • Sewa per jam: Rp 150.000/jam × 8 jam × 20 hari = Rp 24.000.000/bulan
  • Kontrak bulanan: Paket sewa kontrak mungkin ditawarkan Rp 18.000.000/bulan termasuk perawatan dan operator

Dari simulasi ini, sistem kontrak lebih hemat sekitar 25%, apalagi jika perusahaan mempertimbangkan biaya tambahan untuk perawatan, operator, dan mobilisasi.

Namun, jika penggunaan hanya sesekali (misalnya 2–3 hari sebulan), sewa per jam bisa lebih efisien dan menghindari pemborosan budget.

Faktor Penentu Pemilihan Paket

Selain perhitungan finansial, beberapa faktor lain perlu dipertimbangkan:

  • Volume pekerjaan: Penggunaan tinggi cocok kontrak, penggunaan rendah cocok per jam.
  • Ketersediaan operator internal: Jika sudah ada operator, sewa lepas kunci bisa menekan biaya.
  • Lokasi dan mobilisasi: Pengiriman ke lokasi jauh menambah biaya per jam.
  • Jenis forklift: Biaya berbeda untuk unit standar, diesel, atau elektrik. Memahami harga sewa forklift baru juga membantu menentukan efisiensi investasi.

Pemilihan antara sewa forklift per jam dan sistem kontrak tergantung pada volume dan frekuensi penggunaan. Sewa per jam fleksibel tapi bisa mahal untuk penggunaan rutin, sementara kontrak jangka panjang lebih hemat untuk operasional intensif dan menawarkan keuntungan tambahan seperti perawatan dan dukungan teknis. Dengan memahami harga sewa forklift dan harga sewa forklift baru, manajer operasional dapat membuat keputusan yang tepat, menghindari pemborosan budget, dan menjaga efisiensi operasional.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan