DigitekNesia
Beranda Info Menarik Masalah yang Suka Terjadi pada Genset Generator Diesel

Masalah yang Suka Terjadi pada Genset Generator Diesel

Genset generator diesel dikenal tangguh dan andal, terutama untuk kebutuhan industri, proyek konstruksi, rumah sakit, hingga gedung komersial. Namun, sekuat apapun sebuah genset, masalah tetap bisa muncul jika perawatan tidak dilakukan dengan benar atau pengoperasian tidak sesuai prosedur. Memahami masalah yang paling sering terjadi akan membantu Anda mencegah kerusakan lebih besar dan menjaga genset tetap siap pakai saat dibutuhkan.

Memahami Cara Kerja Genset Diesel secara Singkat

Sebelum masuk ke daftar masalah, penting untuk memahami gambaran cara kerja genset diesel. Secara sederhana, genset terdiri dari mesin diesel dan alternator. Mesin mengubah energi kimia dari bahan bakar menjadi energi mekanis, lalu alternator mengubahnya menjadi energi listrik. Proses ini didukung oleh beberapa sistem penting: sistem bahan bakar, sistem pelumasan, sistem pendingin, sistem kelistrikan, dan sistem kontrol. Gangguan pada salah satu sistem ini dapat menyebabkan genset sulit dinyalakan, tidak stabil, hingga mati mendadak.

Masalah pada Sistem Bahan Bakar

Sistem bahan bakar adalah salah satu sumber masalah paling umum pada genset diesel. Kualitas solar, kondisi filter, hingga jalur bahan bakar sangat memengaruhi performa.

1. Bahan Bakar Kotor atau Tercemar

Solar yang kotor, bercampur air, atau mengandung endapan akan mengganggu proses pembakaran. Gejalanya antara lain mesin tersendat, tenaga lemah, dan knalpot mengeluarkan asap hitam pekat. Dalam jangka panjang, injektor bisa rusak dan ruang bakar menjadi kotor. Bahan bakar sebaiknya disimpan pada tangki yang bersih, tertutup rapat, dan secara berkala dilakukan pembersihan atau fuel polishing jika kapasitas tangki besar.

2. Filter Bahan Bakar Tersumbat

Filter bertugas menyaring kotoran sebelum bahan bakar masuk ke sistem injeksi. Jika tidak pernah diganti atau dibersihkan, filter akan tersumbat dan aliran solar menjadi terbatas. Akibatnya, mesin sulit dinaikkan bebannya, mudah mati, atau tidak mau hidup sama sekali. Mengikuti jadwal penggantian filter sesuai rekomendasi pabrikan sangat penting untuk mencegah masalah ini.

3. Udara Masuk ke Jalur Bahan Bakar (Air Lock)

Masuknya udara ke dalam jalur bahan bakar dapat membuat mesin sulit dinyalakan. Hal ini sering terjadi setelah penggantian filter atau saat tangki kehabisan solar. Gejalanya: mesin berusaha hidup, tetapi tidak stabil dan cepat mati. Solusinya adalah melakukan bleeding pada sistem bahan bakar untuk mengeluarkan udara sampai hanya solar yang mengalir.

Masalah pada Sistem Kelistrikan dan Starter

Tanpa sistem kelistrikan yang sehat, genset diesel tidak akan bisa menyala meskipun mesin dalam kondisi baik.

4. Aki Lemah atau Rusak

Aki mensuplai tenaga awal untuk starter. Jika tegangannya turun atau sel aki rusak, starter akan berat, hanya bunyi “cek-cek”, atau tidak merespons sama sekali. Masalah ini sering muncul karena aki jarang dicek, kabel kendor, atau sistem pengisian (charging) tidak bekerja optimal. Pemeriksaan berkala terhadap tegangan aki, kondisi terminal, dan alternator pengisi sangat membantu menghindari kegagalan start.

5. Starter Motor Bermasalah

Starter yang aus, relay rusak, atau gigi pinion yang aus juga bisa menyebabkan mesin sulit dinyalakan. Genset mungkin tetap bisa hidup, tetapi membutuhkan berkali-kali percobaan sehingga mempercepat keausan aki dan sistem starter. Jika sudah terjadi gejala ini, biasanya dibutuhkan pemeriksaan teknisi untuk memperbaiki atau mengganti komponen starter.

6. Sambungan Kabel dan Grounding Buruk

Kabel yang kendor, berkarat, atau grounding tidak baik dapat memicu berbagai masalah: panel sering error, proteksi sering trip, hingga output tegangan tidak stabil. Sambungan kelistrikan yang bersih, kencang, dan rapi adalah bagian penting dari pemeliharaan rutin yang sering diabaikan.

Masalah pada Sistem Pelumasan

Sistem pelumasan yang bermasalah akan mempercepat keausan komponen mesin dan berpotensi menyebabkan kerusakan berat.

7. Level Oli Rendah

Oli yang kurang akan membuat gesekan antar komponen meningkat. Mesin bisa terasa lebih kasar, suhu naik, dan akhirnya proteksi low oil pressure aktif sehingga mesin mati. Pantauan level oli sebelum genset dinyalakan menjadi kebiasaan yang wajib dilakukan.

8. Oli Kotor dan Tidak Pernah Diganti

Oli yang sudah lama dipakai akan penuh dengan kotoran, jelaga, dan partikel logam halus. Jika dibiarkan, kemampuan pelumasannya menurun dan tidak lagi mampu melindungi komponen. Warna oli yang terlalu hitam pekat dan kental merupakan tanda bahwa penggantian oli sudah terlambat. Mengikuti interval penggantian oli berdasarkan jam kerja membantu menjaga keawetan mesin.

9. Kebocoran Oli

Kebocoran dari seal, gasket, atau sambungan dapat membuat level oli turun tanpa disadari. Selain merusak mesin, kebocoran oli juga berisiko menimbulkan bahaya kebakaran jika mengenai permukaan panas. Pemeriksaan visual rutin di sekitar mesin dan lantai ruang genset penting untuk mendeteksi kebocoran sejak dini.

Masalah pada Sistem Pendingin

Genset diesel menghasilkan panas tinggi selama bekerja. Karena itu, sistem pendingin harus selalu dalam kondisi baik.

10. Overheating (Mesin Terlalu Panas)

Overheating dapat dipicu oleh radiator kotor, kipas pendingin yang tidak berfungsi, air radiator kurang, atau pompa air rusak. Jika suhu terlalu tinggi, proteksi suhu akan mematikan mesin untuk mencegah kerusakan. Radiator perlu dibersihkan dari debu dan kotoran, dan air coolant perlu dipantau serta diganti sesuai jadwal.

11. Penggunaan Air Biasa tanpa Coolant

Menggunakan air biasa tanpa coolant dalam jangka panjang dapat menimbulkan karat dan kerak di dalam sistem pendingin. Akibatnya, aliran air pendingin terganggu dan mesin lebih mudah panas. Menggunakan coolant sesuai rekomendasi dan melakukan flushing berkala membantu menjaga sistem pendingin tetap bersih.

Masalah pada Komponen Mekanis Mesin

Seiring waktu, komponen mekanis pada mesin diesel akan mengalami keausan.

12. Kompresi Mesin Menurun

Ring piston, liner silinder, atau valve yang aus akan membuat kompresi turun. Gejalanya antara lain mesin sulit dinyalakan, tenaga lemah, dan konsumsi bahan bakar meningkat. Jika kompresi sudah terlalu rendah, sering kali solusi yang dibutuhkan adalah overhaul sebagian atau menyeluruh.

13. Bunyi Mesin Kasar dan Getaran Berlebih

Bunyi ketukan, gesekan tidak wajar, atau getaran yang lebih kuat dari biasanya dapat menunjukkan keausan bearing, masalah pada connecting rod, atau ketidakseimbangan komponen. Gejala ini tidak boleh diabaikan karena bisa berkembang menjadi kerusakan berat yang membutuhkan biaya perbaikan besar.

Masalah pada Panel Kontrol dan Proteksi

Panel kontrol modern dilengkapi berbagai proteksi otomatis: low oil pressure, high temperature, over speed, dan lain-lain. Namun, ini juga bisa menjadi sumber kebingungan jika tidak dipahami.

14. Alarm Sering Muncul Tanpa Dipahami Penyebabnya

Sering terjadi, operator hanya mereset alarm tanpa mencari akar masalah. Akibatnya, problem yang sama terus berulang dan bisa berujung pada kerusakan. Pemahaman dasar tentang arti setiap alarm dan parameter di panel kontrol sangat membantu untuk diagnosa awal.

15. Setelan Proteksi Tidak Sesuai

Jika setelan proteksi terlalu sensitif atau tidak sesuai dengan karakter beban, genset bisa sering trip meski kondisi mesin sebenarnya masih normal. Penyetelan parameter proteksi sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang memahami spesifikasi genset dan kebutuhan sistem kelistrikan di lokasi.

Faktor Manusia dan Prosedur Operasional

Selain faktor teknis, cara penggunaan dan kebiasaan di lapangan juga memiliki peran besar.

16. Pengoperasian Tanpa Pemanasan dan Pendinginan

Menghidupkan genset lalu langsung memberi beban berat, atau mematikannya mendadak tanpa idle sejenak, dapat mempercepat keausan komponen. Membiasakan pemanasan singkat sebelum diberi beban dan pendinginan singkat sebelum dimatikan membantu menjaga umur mesin.

17. Beban Terlalu Kecil atau Terlalu Besar

Mengoperasikan genset dengan beban sangat kecil secara terus-menerus dapat menyebabkan carbon build-up di ruang bakar. Sebaliknya, beban berlebih berulang akan membuat mesin bekerja terlalu berat. Idealnya, genset bekerja di rentang beban yang direkomendasikan agar tetap efisien dan awet.

Langkah Pencegahan untuk Mengurangi Masalah

Masalah-masalah di atas sebenarnya dapat dikurangi secara signifikan jika jadwal maintenance yang teratur diterapkan. Beberapa langkah pencegahan yang penting antara lain:

  • Melakukan pemeriksaan harian sederhana sebelum dan sesudah genset beroperasi
  • Mengikuti jadwal penggantian oli, filter, dan komponen lain berdasarkan jam kerja
  • Menjaga kualitas bahan bakar dengan penyimpanan yang benar dan pembersihan tangki berkala
  • Memastikan sistem pendingin, kelistrikan, dan pelumasan bekerja normal
  • Mencatat semua temuan dan alarm yang muncul untuk analisis lebih lanjut
  • Melibatkan teknisi berpengalaman untuk servis berkala dan pemeriksaan mendalam

Dengan pemahaman yang baik tentang masalah yang sering terjadi pada genset generator diesel, Anda dapat mengambil langkah pencegahan lebih cepat, mengurangi downtime, dan menjaga investasi aset tetap produktif dalam jangka panjang.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan